Gennaro Gattuso yang berpuas hati dengan perolehan kemenangan AC Milan kontra Olympiakos di kompetisi ajang Liga Europa. Akan tetapi, dirinya menyoroti kalau lini pertahanan skuadnya setelah itu kembali kejebol.
Milan yang berhasil memperoleh poin full ketika bertandang melawan Olympiakos di matchday 2 Liga Europa. Dengan pertandingan yang digelar di San Siro, Jumat (5/10/2018) dini hari WIB, Rossoneri berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan skor 3-1.
Pada kompetisi itu, Milan yang mengalami kejebolan terlebih dahulu. Miguel Angel Guerrero dengan golnya berhasil membobol gawang Milan dengan sundulan kepalanya usai melanjutkan umpan dari Koutris.
Milan yang baru bangkit kembali pada pertandingan babak kedua. Tiga gol yang sekaligus ditorehkan oleh tim didikan Gennaro Gattuso tersebut melalui Patrick Cutrone yang mencetak 2 gol dan Gonzalo Higuain.
Walau berhasil meraih kemenangan, Gattuso yang mencatatkan sejumlah catatan dalam pertandingan Milan. Salah satu yang menjadi fokusnya Gattuso ialah penampilan di bagian lini belakang.
Milan yang lagi-lagi kejebol pada kompetisi ini. Hal tersebut mengartikan pada delapan kompetisi yang telah dilakoni di seluruh pertandingan sampai sekarang ini, cuma satu kali mereka berhasil mencatat clean sheet.
Satu-satunya clean sheet itu ditorehkan Milan ketika meraih kemenangan tipis 1-0 kontra Dudelange di matchday 1 Liga Europa. Dengan secara keseluruhan, gawang Milan telah kejebol sebanyak 10 gol pada delapan kompetisi yang telah dilakoni mereka pada seluruh pertandingan.
Gattuso sangat sadar akan hal itu. Milan dinyatakannya mesti merenovasi bagian lini belakang. “Kami akan mencoba dengan menggunakan formasi 4-4-2 pada babak pertama, kami mengalami kesusahan pada pengembangkan permainan. Secara umum kami mesti lebih sedikit menderita, namun kami menang,” kata Gattuso.
“Akan tetapi, saya tak melihat tim mengendalikan permainan. Kami tak menginterpretasikan kompetisi yang pada hari ini dengan oke.”
“Kami sudah menjalani pertandingan dengan oke, namun kami mesti dapat menemukan perpaduann dan membaca kompetisi dengan lebih baik. Kami tak menginterpretasikan fase bertahan dengan sempurna, kami masih mesti melakukan perbaikan,” katanya.