Page 2 of 4

Juventus Menang Walau Tanpa Cristiano Ronaldo

Juventus sekarang ini berhasil mendapatkan kemenangan kontra Valencia pada laga grup H Liga Champions. Namun yang sangat disayangkan itu, hasil positif yang berhasil mereka dapatkan itu harus tercoreng lantaran kartu merah.
Bianconeri turun kelapangan dengan jumlah 10 orang sesudah Cristiano Ronaldo yang mendapatkan kartu merah pada menit ke-29. Namun nasib baiknya, dengan hilangnya pemain anyar mereka ini tak membuat pasukan Massimiliano Allegri itu mengalami kekalahan.
Mereka pada akhirnya juga sukses menjadi pemenang dengan dua gol penalty yang diciptakan oleh Miralem Pjanic, masing-masing pada menit ke-45 dan 51. Dan berkat kedua gol tersebut sekarang ini skuad Juventus menduduki posisi dua grup H yang tertinggal selisih satu gol dari Manchester United.
Dan dibawah ini merupakan catatan menarik yang didapatkan pada laga kali ini.
1. Juve sudah menerima 26 kartu merah dalam Liga Champions, dengan lebih banyak tujuh dari skuad yang lain pada kompetisi ini.
2. Juventus juga sudah mendapatkan kartu merah pada tiga laga beruntun di Liga Champions (total tiga kartu merah) dan ini merupakan kedua kalinya dalam sejarah klub. Pernah terjadi pada Oktober 2000 sampai dengan September 2001 (total lima kartu merah).
3. Mereka yang juga sukses mendapatkan kemenangan pada laga pembuka Liga Champions yang pertama kalinya sejak musim 2015/2016 (2-1 v Manchester City), seri satu kali dan kalah satu pada dua laga yang sebelum ini.
4. susul sembilan keberhasilan kandang dalam Liga Champions, Valencia seakrang ini sudah kalah pada empat dari lima laga terakhir yang mereka jalani ini, dengan catatan kemasukan total 10 gol.

Belum Mulai Liga Champions, AS Roma Sudah Suram

AS Roma yang tengah berada pada masa suram setelah mereka mengalami kekalahan pada empat kompetisi terakhir yang mereka jalani. Sekarang merupakan saatnya bagi Roma untuk kembali mendongkrak antusiame yang sempat memudar sebelumnya.
Roma yang tak berhasil menang pada empat kompetisi teranyarnya yang mereka jalani. Giallorossi yang bertanding dengan hasil imbang Atalanta dan Chievo, dan mengalami kekalahan ketika kontra AC Milan dan juga tim Benevento.
Baru saja satu kali kemenangan yang berhasil diraih oleh pemain-pemain dari ibukota Italia ini dari sebanyak lima kompetisi yang mereka jalani sejauh ini. Dan sekarang ini tim didikan dari pelatih Eusebio Di Francesco tersebut tengah ditunggu oleh tim Real Madrid di kompetisi yang akan dilangsungkan di Santiago Bernabeu, pada hari Kamis (20/9/2018) dinihari WIB pada pertandingan matchday 1 Liga Champions.
Dengan perolehan sejumlah hasil buruk pada akhir-akhir ini diyakini menyebabkan atmosfer di ruang lingkup Roma, terutama dari para fans, mengalami kehilangan antusiasme serta energi yang sebelumnya mereka miliki. Di Francesco beranggapan jika terlalu cepat para pemain dan juga fans untuk bersikap lesu, sedangkan mereka masih memiliki peluang bagus untuk kembali bangkit yang sudah terpampang di depan mata.
“Kami bahkan masih belum mengawali pertandingan ajang Liga Champions, maka saya rasa sedikit terlalu cepat untuk mengatakan jika antusiasme merosot,” kata Di Francesco di situs resmi klub,
“Biar apapun yang telah terjadi, semua bergantung lagi terhadap kami sendiri kembali menghidupkan antusiasme dengan memperlihatkan penampilan oke dan bermain dengan penuh keyakinan dan juga determinasi yang kami miliki sebelumnya.”
“Saya sangat berkeinginan untuk menyaksikan tim yang tangguh, agresif, serta yang memiliki niat untuk mengalahkan para rival,” tambahnya.

Wilfried Zaha Layak Di Barcelona Atau Real Madrid

Pemain dari klub sepakbola Crystal Palace, Wilfried Zaha sekarang ini diungkapkan dirinya memang lebih baik untuk berada di empat klub teratas Premier League ataupun dua raksasa La Liga, Barcelona dan juga Real Madrid. Pernyataan ini diungkapkan oleh legenda dari klub Palace, Clinton Morrison.
Sesudah dirinya yang berhasil memperlihatkan penampilan luar biasa pada saat dirinya memperkuat Palace, Zaha kemudian dibeli oleh Manchester United di 2013 yang lalu. Tetapi pemain internasional Pantai Gading tersebut tak berjalan lancar selama berada di Old Trafford.
Morrison mengungkapkan jika Zaha merupakan seorang pemain papan atas dan dirinya memang sudah layak untuk perkuat klub papan atas, walaupun sekarang ini dia menderita sedikit kesulitan lantaran posisinya yang sedikit digeser.
“Mereka memang mempunyai banyak pemain yang luar biasa dan Wilfried Zaha merupakan seorang pemain yang paling mempunyai keahlian,” papar Morrison.
“dirinya sangat ingin bisa menjadi superstar! Saya telah mendiskusikan dengan dia dan dia mengatakan jika musim ini berbeda lantaran dia akan coba untuk sesuaikan cara bermainnya. Dia bermain didepan Benteke, bukan bermain di sebelah kiri dan Anda memang dapat melihat dirinya frustrasi,” sambungnya.
Walaupun Wilfried Zaha sekarang ini telah meneken kontrak baru untuk jangka panjang, namun Morrison tetap percaya jika pemain yang berusia 25 tahun tersebut tidak akan selalu bertahan dalam skuad Palace.
“dirinya merupakan seorang pemain kelas atas, saya yakin dirinya akan dapat bermain untuk salah satu dari empat skuad yang paling atas di Inggris ataupun klub Barcelona atau Real Madrid. Dirinya memang merupakan seorang bintang dan pada saar dia menggiring bola di kakinya dia membuat semuanya terjadi,” tuntas Morrison.

Saul Niguez Transfer ke Barcelona?

Upaya yang dijalankan oleh klub sepakbola Manchester United agar mereka dapat memperoleh jasa dari Saul Niguez dapat dikatakan akan berantakan. lantaran, bila memang mereka mempunyai niat, Barcelona memiliki klausul untuk memboyong Saul dari Atletico Madrid.
Saul juga berhasil memperlihatkan penampilan luar biasa sejak dirinya dipromosikan ke skuad utama Atletico tiga musim silam. Walaupun pada lini tengah Atletico duduk pemain papan atas, tetapi Saul tetap berhasil memperoleh posisi paten dalam sektor gelandang.
Salah satu keahlian yang dimiliki oleh pemain yang berusia 23 tahun itu yakni keahlian dirinya yang bisa diturunkan dalam banyak posisi. Saul dapat bermain hampir semua posisi dalam lini tengah. Dan Saul Niguez juga dapat ditempatkan pada posisi winger.
Tidak heran bila Manchester United mempunyai keinginan untuk memboyong Saul Niguez. Namun pemain yang pernah bermain untuk Rayo Vallecano memang bukan seorang pemain yang akan mudah dibeli ke United bila Barca ingin membeli dirinya. Barca memiliki otoritas yang lebih untuk transfer dari Saul Niguez.
Barca juga akan jadi pilihan utama yang akan diperkuat oleh Saul Niguez bila dirinya mempunyai niat untuk hengkang dari Atletico Madrid. Kesepakatan itu merupakan bagian dari transfer David Villa ke Atletico Madrid dimusim 2013 yang lalu.
Namun kemampuan Barca tak akan mengikat pada kesepakatan itu. Lantaran tak terdapat ikatan resmi hitam diatas putih. Barca dan Atletico hanya memiliki sepakat yang dilakukan dengan verbal mengenai transfer dari Saul Niguez.

Barcelona Tengah Mengincar Frenkie De Jong

Barcelona yang mendapatkan kabar baik di pengincaran wonderkid Ajax Amsterdam, Frenkie De Jong. Sang pesepakola mengatakan jika dirinya dapat bermain bersama dengan Lionel Messi pada masa mendatang.
Pemain gelandang berusia 21 tahun tersebut memang sedang terkenal di Belanda pada tiga tahun terakhir. Dirinya dinyatakan mempunyai visi permainan dan strategi yang tinggi oleh sebab itu di usianya yang masih muda dirinya telah menjadi pemain starter reguler di Ajax Amsterdam.
Kemampuan besar yang dimiliki De Jong rumornya berhasil membuat Barcelona meminatinya. Tim yang berasal dari Catalunya tersebut diberitakan sejumlah kali memberikan penawaran kepada sang pemuda pada musim panas ini, disebabkan penawaran mereka ditolak oleh klub Ajax.
De Jong sendiri mengatakan jika dirinya sangat berkeinginan untuk bertanding bersama dengan Messi di masa depan. “Pada saat anda menjadi pemain dan bermain di kubu yang lebih besar, maka anda bakal ikut bermain bersama para pemain kelas dunia,” papar De Jong.
De Jong mengatakan jika dirinya telah ngefans kepada Messi semenjak dirinya masih kecil sehingga dirinya sangat berkeinginan untuk bermain bersama dengan pemain terbaik dunia itu.
“Sejujurnya saya berkeinginan untuk bermain bersama dengan pemain Messi suatu hari nanti.” “Pada saat saya masih kecil, saya bersama dengan keluarga saya berlibur ke Spanyol dan kakek saya membelikan seragam Messi dengan nomor punggung 30, yang merupakan nomor punggung yang dirinya pakai dulu. Kakek saya tahu jika saya amat suka dengan Messi dan saya terus memakai seragam tersebut sepanjag waktu.”
De Jong yang sendiri secara terbuka mengungkapkan jika dirinya sangat ingin bermain bersama Messi suatu hari nanti.
De Jong mengatakan jika dirinya mungkin tak memiliki banyak waktu untuk dapat bermain bersama dengan Messi, sehingga dirinya memberikan kode jika dirinya telah sangat berkeinginan untuk hengkang ke Barcelona.
“Tahun ini Messi telah berusia 31 tahun, maka saya tak memiliki banyak waktu untuk bermain bersamanya dalam satu kompetisi. Maka, saya mesti secepatnya bergegas.” Papas sang pemuda.
Ajax sendiri diberitakan telah mulai membuka pintu dari melakukan negosiasi bersama Barcelona. Mereka diberitakan memasang harga sebesar 75 juta Euro untuk sang pemain itu.

Sami Khedira Memperpanjang Kontrak Dengan Juventus

Sami Khedira masih bakal tetap menjabat sebagai pesepakbola klub Juventus hingga tahun 2021. Sang gelandang berasal dari Jerman tersebut baru saja memperpanjang perjanjian kontraknya dengan klub Juventus.
Melalui situs resminya, pada hari Rabu (12/9/2018), Juventus memberikan pengumuman jika pemain Khedira sudah menandatangani perjanjian perpanjangan kontrak yang dengan durasi dua tahun dan dengan opsi tahun ketiga.
“Khedira yang bakal menjadi pemain dari klub Juventus hingga tahun 2021 usai dirinya melakukan penandatanganan perpanjangan kontrak baru berdurasi selama dua tahun, dengan memiliki opsi perpanjangan di tahun ketiganya,” begitulah isi dari pernyataan Juventus yang dilansir di situs resmi mereka.
Khedira yang sudah masuk pada tahun keempatnya dengan Juventus. Semenjak dirinya menjadi pemain Bianconeri yang pindah dari klub Real Madrid di tahun 2015, Khedira telah perform sebanyak 113 kali di seluruh pertandingan dan dirinya sudah berhasil menjebolkan sebanyak 20 gol.
Semenjak hadirnya dia di klub, Khedira menjadi salah satu pemain andalan dari pelatih Massimiliano Allegri pada posisi lini tengah Juventus. Dirinya yang ikut serta dalam membawa Juventus meraih juara sebanyak tiga scudetto dan tiga gelar Coppa Italia.
Di tahun 2017/2018 kemarin, Khedira menjalani masa terbaiknya dalam menjebolkan bola. Dirinya berhasil menorehkan sebanyak 9 gol pada 39 kali performanya di seluruh ajang pertandingan. Pada musim yang sama juga, untuk kali pertamanya dirinya berhasil melakukan hat-trick di sepanjang masa kariernya.
Pada musim ini, Khedira juga telah menjebolkan bola pertamanya di gawang rival. Dirinya yang berhasil menjadi pemain yang mencetak gol pertama milik Juventus pada musim 2018/2019 ketika mereka menjalani kometisi tandang ke kandang Chievo.

Leon Goretzka Berhasil Menjadi Pemain Bayern Munich

Leon Goretzka mengatakan dirinya merasa gembira dapat bergabung dengan klub Bayern Munich sebab klub itu memiliki keinginan yang sama dengan nya untuk terus menjadi yang lebih baik.
Sebagaimana yang telah dilaporkan, gelandang dengan usia 23 tahun tersebut mengamankan hengkangnya ke Allianz Arena di musim panas kemarin, dirinya yang menandatangani perjanjian kontrak yang berdurasi empat tahun sampai dengan Juni 2022 usai dirinya hengkang dari Schalke 04.
Tentang keputusan Leon Goretzka untuk menjadi anggota dari klub rival, dia memberikan pernyatakan: “saya berlabuh ke Bayern Munich ialah sebuah langkah selanjutnya bagi karier saya”, ujar Leon Goretzka.
“Saya yang tanpa di paksa dari pihak manapun memutuskan untuk hengkang ke klub yang di mana saya bisa terus berkembang menjadi lebih baik, dan di mana saya rasa akan lebih baik. Untuk melakukan hal tersebut dan juga menjabat sebagai pemain kunci dari Timnas Jerman merupakan sebuah hal positif yang bisa saya peroleh.
“Sebelum ini terdapat sejumlah hal negatif mengenai batas waktu yang dibutuhkan bagiku untuk berpikir, namun saya berterima kasih pada Schalke sebab sudah memberikan jelang waktu untuk saya dan tak membuat saya merasa ada tekanan.
“Anda cuma bisa membuat keputusan yang benar-benar anda inginkan pada saat Anda mempunyai waktu yang cukup untuk berpikir dan hal tersebut yang saya lakukan pada waktu itu, hingga saya mencapai keputusan jika ini ialah klub yang terbaik buat saya. Saya sudah sangat yakin mengenai keputusan yang sudah saya ambil ini.”
Dengan kubu barunya itu, Goretzka telah perform sebanyak 4kali di seluruh pertandingan dan telah berhasil mencatatkan satu gol dan dua assists.

Gennaro Gattuso Sosok Yang Tepat Jadi Pelatih AC Milan

Eks pesepakbola klub AC Milan, Federico Giunti, mengatakan jika Gennaro Gattuso ialah seorang pelatih yang cocok untuk melatih I Rossoneri (yang merupakan julukan dari AC Milan). Dengan memiliki julukan sebagai ‘Legenda Milan’ yang sudah dikenal oleh masyarakat dan sudah tertancam pada diri Gattuso berhasil membuat pria berpaspor Italia tersebut ditakuti.
Anggapan dari Giunti juga bukan sebuah pernyataan belaka yang tanpa ada dasarnya, diyakini dengan penampilan yang telah dipertunjukkan oleh Gattuso akhir-akhir ini. Termasuk pada saat Gattuso yang berhasil mengantarkan AC Milan berhasil menaklukkan AS Roma pada minggu ketiga Serie A 2018/2019.
Dan itulah yang menjadi kemenangan perdana bagi Gattuso dengan AC Milan pada musim ini. Setelah sebelumnya mereka mengalami kekalahan ketika berhadapan dengan Napoli di ajang kompetisi perdana Milan di ajang Liga Italia pada musim ini.
“Gattuso krap diragukan dibanding dengan para pelatih semacam Clarence Seedorf, Filipo Inzhagi serta Cristian Brocchi. Khususnya disebabkan oleh Milan yang masih belum meraih kemenangan apa pun,” papar Guinti.
“Sejumlah orang tengah membahas mengenai akhir perjalanan Gattuso sebelum kompetisi yang berhadapan dengan Roma, red dilangsungkan. Rhino yang merupakan nama julukan milik Gattuso merupakan orang yang tepat untuk menjadi pelatih dari klub Milan,” sambung Guinti.
Sebelum menjalani jeda internasional, Gattuso bakal mengantarkan AC Milan menuju ke markas Cagliari guna dalam menjalani kompetisi matchday ketiga Serie A. kompetisi itu bakal dilangsungkan pada tanggal 16 September 2018 yang akan datang.

Jurgen Klopp Ungkap Tidak ada yang bisa gantikan Joacim Loew

Jurgen Klopp memberikan pujian kepada coach Jerman yang bernama Joacim Loew. Menurut Klopp gagalnya Jerman dalam Piala Dunia tidak akan membuat Loew menjadi seorang coach yang tidak bagus dan harus segera digantikan dengan coach yang lebih lihai dari dirinya.
Klopp juga mengutarakan jika publik Jerman harus lebih bersabar dan ingat semua yang sudah diberikan oleh Loew untuk timnas Jerman dalam waktu bertahun-tahun ini. Kemampuan dari Jerman juga memang ditakuti lantaran Loew yang sudah berhasil pertahankan skuadnya itu dalam banyak edisi kompetisi.
Dan yang terpenting adalah Jerman yang sukses mendapatkan juara Piala Dunia 2014 silam. Pada saat itu skuad yang dilatih oleh Loew juga tampil dominan sepanjang turnamen, Loew mempunyai klub yang mampu mendapatkan kemenangan dengan cara apapun.
Jurgen Klopp juga mengatakan jika tidak terdapat pelatih lain yang bisa gantikan posisi dari Loew menjadi seorang coach Jerman untuk sekarang ini. Dirinya tidak akan dapat membayangkan sosok lain yang pantas memperkuat Jerman selain dari pelatih mereka yang sekarang ini.
“Saya tak akan dapat bayangkan suksesornya (Loew). Anda tidak akan dapat lupa dengan apa yang telah dirinya berikan kepada sepak bola Jerman dalam waktu yang lebih dari 10 tahun,” papar Klopp.
“bila anda masih kecewa lantaran di laga (Piala Dunia 2018) tersebut tidak bisa menjadi juara, maka anda harus memberikan Loew sedikit pujian.”
“oleh karenanya, tetaplah tenang, dan cukup melihat saja mereka bermain dan saya akan janji dengan anda, Jerman akan berhasil mendapatkan juara dalam banyak laga lagi.”
“untuk saat ini memang mengenai hal dalam mempersiapkan diri untuk laga Eropa 2020. Jogi (Loew) akan coba sederet hal untuk kembalikan para pemain pada jalur yang benar,” tuntas Jurgen Klopp.

Marcus Rashford Lebih Baik Hengkang Dari Manchester United Jika Masih Ada Jose Mourinho

Marcus Rashford Lebih Baik Hengkang Dari Manchester United Jika Masih Ada Jose Mourinho
Steve Nicol memberikan saran untuk gelandang dari skuad MU, Marcus Rashford. Mantan pemain skuad Liverpool tersebut mengungkapkan jika pemain anyar tersebut alangkah lebih baik hengkang bila The Red Devils masih dibawah bimbingan Jose Mourinho.
Rashford sekarang ini mendapatkan peluang untuk debut di MU pada waktu skuadnya itu masih ditangan Louis van Gaal, pada saat dia baru menginjak 18 tahun. Potensi yang dipunya oleh skuad muda The Red Devils tersebut juga membuat dirinya sangat yakin akan bersinar dimasa depan.
Tetapi pada saat manajer Jose Mourinho datang, semuanya seperti sebuah mimpi buruk untuk Rashford. Di musim yang lalu saja, terutama sejak datangnya pemain anyar Alexis Sanchez bulan Januari lalu, dia sering duduk dibangku cadangan.
Dan pada musim ini, Marcus Rashford juga kelihatannya memang masih akan mendapatkan nasib yang sama mengingat dia sekarang ini memang baru satu kali tampil sejak menit awal. Dan pandangan Steve Nicol, hal itu memang tak bagus untuk pemain muda seperti ia sendiri.
“memang aka nada masanya dimana anda harus turun. Terdapat masa dimana harus duduk menjadi pengganti tak cukup lagi. Waktu bermain tak cukup dan hal tersebut memang tidak bagus,” papar Nicol.
“dasarnya, untuk saya sekarang ini, karir dirinya memang tengah tertahan,” sambung dirinya.
Nicol sekarang ini juga mengungkapkan jika Mourinho adalah penyebab mengapa Marcus Rashford lebih sering menjadi pengganti. Oleh karenanya, selama pelatih yang berasal dari Portugal itu juga masih duduk dalam kursi kepelatihan, tak ada peluang untuk sang penyerang tampil sejak awal.

© 2018 Berita Hawaii

Theme by Anders NorénUp ↑