AuthorLillian Pearson

Pertandingan yang Sulit dari Arsenal vs Qarabag

Arsenal berhasil memperoleh kemenangan kontra Qarabag, namun kompetisi tidak berlangsung dengan mudah. Pelatih Arsenal Unai Emery sangat menikmati pertandingan-pertandingan sulit seperti ini.
Arsenal yang menjalani kompetisi tandang ke Baku Olympic Stadium, pada hari Jumat (5/10/2018) dinihari WIB di matchday 2 Liga Europa. The Gunners berhasil meraup kemenangan dengan perolehan poin penuh, dengan torehan gol yang dicetak oleh pemain Sokratis Papastathopoulos, Emile Smith-Rowe, dan Matteo Guendouzi.
Gol kilat yang dicetak Sokratis pada menit keempat memang menjadi pembuka yang bagus, namun tim tuan rumah justru menekan balik dengan lebih intens. Dan ternyata Arsenal baru mencetak gol kedua dari kaki Smith-Row pada menit ke-53, dengan gol susulan dari Guendouzi di menit ke-79.
Dengan dominasi bola, kedua tim ini relatif serasi dengan Arsenal mendominasi sebesar 52% dan berselisih 47% punya tim tuan rumah. Sama halnya juga mengenai jumlah ancaman.
Qarabag yang berhasil menciptakan sebanyak 12 tembakan, dari 4 tembakan itu berhasil tepat target. Arsenal yang di sisi lain memiliki 14 percobaan, juga 4 diantaranya berhasil menuju ke gawang.
Emery mengakui ini merupakan sebuah kompetisi yang sulit, tak mencakup perolehan skornya yang telak. Namun, kompetisi-kompetisi seperti ini dinyatakannya kerap membuat Arsenal menjadi antusias dan lebih ganas.
“Benar, tiap kompetisi bagi kami tidaklah gampang. Pertama sebab pada saat kami menjalani kompetis tandang, kami akan berhadapan dengan tim bagus semacam tim Qarabah hari ini,” paparny.
“Mereka memiliki para pesepakbola dengan kualitas oke dan juga dengan memiliki ambisi besar, juga sangat antusias dalam berhadapan dengan. Mobilitas, kualitas mereka khususnya pada pertandingan babak pertama, saya menilai kami menderita pada kompetisi ini. Namun, saya memiliki keinginan untuk menderita. Saya tidak mau berhadapan dengan kompetisi mudah.
“Kemudian, pada momen-momen kami, kami mau memperlihatkan kepada Anda dan mereka kemungkinan-kemungkinan kami, kemampuan, serta momen-momen yang tertata kami. Saya pikir pada kompetisi selama 90 menit hari ini, tim sudah bermain dengan sangat baik,” imbuh pria Spanyol ini.

Perjuangan Chelsea Ketika Kontra Vidi

Chelsea dengan perjuangan keras meraih kemenangan dengan perolehan skor akhir 1-0 ketika melawan Vidi. Maurizio Sarri mengatakan jika kompetisinya itu sangat sulit, bahkan mengaku jika Chelsea tidak bertanding dengan oke.
The Blues berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 ketika melawan Vidi di pertandingan yang digelar di Stamford Bridge, Jumat (5/10/2018) dinihari WIB pada kompetisi lanjutan Liga Europa. Satu-satunya gol yang menuju ke gawang tim asal Hongaria tersebut dicetak oleh Alvaro Morata pada kompetisi menit ke-70.
Whoscored yang mencatatkan, Chelsea yang dominan menguasai bola dengan sebesar 76%. Eden Hazard dengan rekan setimnya berhasil mengirimkan sebanyak 27 tembakan, yang lima di antaranya berhasil tepat target dan satu lainnya menyentuh mistar gawang.
Sedangkan Vidi yang sesekali menyerang dengan mengirimkan sebanyak tujuh sepakan, dengan tiga yang berhasil menuju ke gawang. Dengan sedikitnya penguasaan bola, Vidi berhasil menyulitkan tim tuan rumah dengan agresivitas yang mereka lakukan.
Vidi yang berhasil menorehkan total 38 tekel, dengan sebanyak 21 yang berbuah. Jumlah ini sangat dominan ketika berbanding dengan hasil dari Chelsea, yang hanya menorehkan 16 tekel dan 10 yang berbuah. Vidi juga menorehkan 17 intersepsi, berselisih enam dari enam dari Chelsea.
Pelatih Chelsea Maurizio Sarri mengatakan jika skuadnya cukup bagus ketika menyerang, namun meninggalkan kesalahan yang besar ketika bertahan.
“Ini merupakan kompetisi yang sangat susah sebab kami memiliki peluang pada babak pertama untuk menorehkan gol. Namun gagal menorehkan dan menyebabkan kondisi sulit,” paparnya.
“Saya tidak merasa kami bermain dengan oke, kami yang melakukan fase ofensif yang oke dan memiliki banyak peluang dengan bola, namun kami juga menerima ancaman yang terlalu banyak,” katanya.

Penilaian Gennaro Gattuso Terhadap Pertandingan AC Milan vs Olympiakos

Gennaro Gattuso yang berpuas hati dengan perolehan kemenangan AC Milan kontra Olympiakos di kompetisi ajang Liga Europa. Akan tetapi, dirinya menyoroti kalau lini pertahanan skuadnya setelah itu kembali kejebol.
Milan yang berhasil memperoleh poin full ketika bertandang melawan Olympiakos di matchday 2 Liga Europa. Dengan pertandingan yang digelar di San Siro, Jumat (5/10/2018) dini hari WIB, Rossoneri berhasil meraih kemenangan telak dengan perolehan skor 3-1.
Pada kompetisi itu, Milan yang mengalami kejebolan terlebih dahulu. Miguel Angel Guerrero dengan golnya berhasil membobol gawang Milan dengan sundulan kepalanya usai melanjutkan umpan dari Koutris.
Milan yang baru bangkit kembali pada pertandingan babak kedua. Tiga gol yang sekaligus ditorehkan oleh tim didikan Gennaro Gattuso tersebut melalui Patrick Cutrone yang mencetak 2 gol dan Gonzalo Higuain.
Walau berhasil meraih kemenangan, Gattuso yang mencatatkan sejumlah catatan dalam pertandingan Milan. Salah satu yang menjadi fokusnya Gattuso ialah penampilan di bagian lini belakang.
Milan yang lagi-lagi kejebol pada kompetisi ini. Hal tersebut mengartikan pada delapan kompetisi yang telah dilakoni di seluruh pertandingan sampai sekarang ini, cuma satu kali mereka berhasil mencatat clean sheet.
Satu-satunya clean sheet itu ditorehkan Milan ketika meraih kemenangan tipis 1-0 kontra Dudelange di matchday 1 Liga Europa. Dengan secara keseluruhan, gawang Milan telah kejebol sebanyak 10 gol pada delapan kompetisi yang telah dilakoni mereka pada seluruh pertandingan.
Gattuso sangat sadar akan hal itu. Milan dinyatakannya mesti merenovasi bagian lini belakang. “Kami akan mencoba dengan menggunakan formasi 4-4-2 pada babak pertama, kami mengalami kesusahan pada pengembangkan permainan. Secara umum kami mesti lebih sedikit menderita, namun kami menang,” kata Gattuso.
“Akan tetapi, saya tak melihat tim mengendalikan permainan. Kami tak menginterpretasikan kompetisi yang pada hari ini dengan oke.”
“Kami sudah menjalani pertandingan dengan oke, namun kami mesti dapat menemukan perpaduann dan membaca kompetisi dengan lebih baik. Kami tak menginterpretasikan fase bertahan dengan sempurna, kami masih mesti melakukan perbaikan,” katanya.

Lagi-Lagi Karius Melakukan Blunder

Karius yang kini terhadap kata blunder terlihat semakin lekat dengan penjaga gawang berkebangsaan Jerman tersebut. Karena, Loris Karius baru saja kembali melakukannya.
Karius yang diturunkan sebagai starter ketika tim Besiktas menjalani kompetisi ke markas Malmo di Matchday II Grup I Liga Europa, Jumat (5/10/2018) dinihari WIB tadi. Dan sangat disayangkan, Karius mengalami kegagalan dalam membawa pulang tiga poin sebab Besiktas kejebol dua gol tanpa balas.
Yang menjadi masalahnya ialah Karius kembali membuat blunder yang berakhir lahirnya gol pertama pada kompetisi menit ke-53. Malmo yang melakukan penyerangan lewat sisi kiri pertahanan Besiktas dan salah satu pesepakbola mengirimkan crossing yang menyentuh bek Caner Erkin.
Bola berhasil melesat ke arah gawang Karius yang telah bersiap dalam men-tip bola itu. Namun yang sudah tampak akan berhasil melakukannya, Karius justru gagal sebab bola malah masuk ke gawangnya sendiri. Besiktas yang kejebol 0-1 dan gol itu dinyatakan sebagai gol bunuh diri Erkin.
Karius pun tidak sukses untuk menggagalkan penalti Markus Rosenberg di menit ke-76 yang kian membuat suramnya ketika usai kompetisi itu. Wajar saja kalau Karius kembali menjadi pusat perhatian sebab blundernya itu mengingatkan kepada publik belum lupa mengenai dua kesalahannya pada babak final Liga Champions kemarin.
Yang masih belum lagi, Karius juga sempat mmembuat blunder pada kmpetisi perdananya dengan tim Besiktas melawan tim Bursaspor yang berakhir imbang 1-1. Karius sendiri sebetulnya pada akhir pekan kemarin baru menorehkan clean sheet ketika Besiktas berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 2-0 melawan Kayserispor.

Kemenangan AC Milan Kontra Olympiakos

AC Milan lagi-lagi berhasil memperoleh kemenangan di kompetisi ajang Grup F Liga Europa. Dengan menjalani kompetisi tandang melawan Olympiakos, Milan yang sempat kejebol terlebih dahulu dan hingga akhirnya berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 3-1.
Pada kompetisi matchday 2 Liga Europa di San Siro, di hari Jumat (5/10/2018) dini hari WIB, Milan yang sempat dikejutkan oleh tim Olympiakos. Tim tamu menorehkan gol pada kompetisi berlangsung pada menit ke-14 melalui torehan gol Miguel Angel Guerrero.
Akan tetapi, Milan kembali bangkit pada pertandingan paruh kedua. Tim didikan dari pelatih Gennaro Gattuso tersebut menorehkan sebanyak tiga gol pada selisih waktu sembilan menit dalam mengembalikkan keadaan.
Milan sempat menorehkan gol terlebih dahulu pada menit keenam. Suso yang mengirimkan umpan dari sisi kanan dan disambut dengan kepala oleh Bonaventura sebelum dilanjutkan oleh Castillejo. Namun, wasit tak mengsahkan gol itu sebab menilai Castillejo terlebih dahulu offside.
Milan yang setelah itu malah kejebol pada menit ke-14. Koutris yang mengirimkan umpan dari sisi kiri Guerrero dengan melanjutkan sundulan untuk mengelabui Pepe Reina.
Gol itu membuat Olympiakos semakin optimis. Sedangkan, permainan Milan dengan secara perlahan juga membaik.
Dengan masuk pada babak kedua, Milan meningkatkan kemampuan serangan. Patrick Cutrone hampir menorehkan gol balasan terhadap Milan pada menit ke-61, namun dirinya gagal menjangkau umpan yang diberikan oleh Suso.
Cutrone akhirnya sungguh-sungguh berhasil membobol gawang Olympiakos pada menit ke-70. Ricardo Rodriguez mengirimkan umpan dari sisi kiri dan Cutrone dengan tepat sasaran menyundul bola untuk disarangkan ke dalam gawang Olympiakos.
Enam menit berlangsung, Milan sungguh-sungguh mengembalikan keadaan. Higuain menerima bola kiriman dari Hakan Calhanoglu, berhasil mengelabui Cisse, dan setelah itu mengirimkan sepakan ke arah pojok kiri bawah gawang.
Pada menit ke-79, Milan kian oke dengan berhasil torehkan gol ketiganya. Umpan Calhanoglu dari sisi kanan yang bergelinding di depan gawang dilanjutkan oleh Cutrone yang berdiri bebas pada tiang jauh.
Dengan perolehan hasil kemenangan ini, Milan dengan kokoh menghuni di posisi puncak klasemen Grup F dengan perolehan enam poin dari dua kompetisi. Sedangkan Olympiakos baru mengantongi satu poin.

Jean-Pierre Papin Ungkap Kylian Mbappe dan Neymar Egois

Legenda sepakbola Prancis yang bernama Jean-Pierre Papin mengungkapkan jika dirinya merasa Kylian Mbappe dan Neymar merupakan pemain yang egois. Ungkapan tersebut dikeluarkan oleh Papin setelah PSG kalah pada saat laga yang berhadapan dengan Liverpool pada matchday 1 grup C Liga Champions. Bertandang di Anfield, skuad yang diasuh oleh Thomas Tuchel tersebut kalah dengan skor 3-2.
Dan untuk Neymar, Mbappe dan Edinson Cavani sendiri juga pada saat itu terlihat tidak dapat banyak berkutik. Mereka terlihat sangat sulit untuk berikan ancaman ke gawang Liverpool, terkecuali Mbappe yang berhasil memmbobol satu gol.
Papin yang juga mengungkapkan apa alasan dari PSG mendapatkan kekalahan pada pertandingan tersebut. Dirinya mengungkapkan jika para pemain depan PSG memperlihatkan sikap egois lantaran tidak ikut berikan bantuan pada waktu skuadnya sedang bertahan.
“Bersama PSG, mereka bukanlah seorang pahlawan, mereka hanya bersikap egois,”.“dan dalam titik tertentu, semuanya status Anda, Anda harus memperkuat skuad,” papar Jean-Pierre Papin.
Mantan penyerang AC Milan ini juga terlihat bandingkan PSG dengan skuad Liverpool. Dirinya mengungkapkan jika para bintang dari skuad The Reds semuanya memberikan bantuan dalam pertahanan. Dan bila terdapat penampilan yang tidak sesuai dengan harapan, mereka juga harus rela untuk mencadangkannya.
“terdapat perbedaan dari pemain yang kita tonton dalam luar negeri dan yang kita punya di Prancis. Di Prancis, kita akan diberikan kesan jika mereka tak akan dapat diatur,” paparnya.
“kenapa skuad Liverpool tempatkan para gelandangnya itu pada antrean dan tak begitu disini? Pada saat Neymar turun dengan Barcelona, dirinya memang ingin bertahan dari waktu ke waktu… ” tuntas Jean-Pierre Papin.

Andreas Pereira Bahagia Tapil Di Liga Champions

Pemain muda dari klub sepakbola Manchester United, Andreas Pereira mengatakan jika dirinya merasa bahagia dapat tampil dalam Liga Champions. Dirinya ingin jadikan ajang bergengsi Eropa itu menjadi tempat dirinya menimba ilmu.
Pereira ikut andil pada waktu klub sepakbola Manchester United melawan Young Boys. Dirinya yang masuk dalam menit ke-75 untuk gantikan Paul Pogba. Dalam laga tersebut MU juga berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 3-0. Dua dari tiga gol yang berhasil dibobol oleh Pogba, sebelum dirinya digantikan oleh Pereira, dan satu gol lagi dibobol oleh Anthony Martial.
Menjalani permainan dalam ajang besar Eropa itu dengan skuad The Red Devils memang pasti sebuah pengalaman yang sangat berharga untuk Andreas Pereira. Dirinya mengatakan sudah belajar banyak pada pertadningan tersebut.
“memang benar-benar luar biasa bagi saya. Saya sudah belajar banyak. Saya Cuma ingin pastikan jika saya dapat mempersembahkan yang paling baik untuk skuad dan mengantarkan kami mendapatkan juara,” papar Pereira.
“Harapan dari saya yakni saya dapat turun ke lapangan lebih banyak lagi dalam tiap laganya,” sambungnya.
Skuad yang diasuh oleh Jose Mourinho itu juga ikut bersama dalam grup H bersama dengan eks skuad Pereira, Valencia. Meskipun pernah bermain disana, tetapi Pereira tetap mempunyai tekad mendapatkan keberhasilan dari Los Che.
“Ya, skuad itu memang skuad lama saya, saya ada disana pada musim lalu,”.
“Harapan kami sekarang ini yakni kami dapat memperoleh kemenangan pada saat menjalani laga yang berhadapan dengan mereka lantaran hal tersebut memang bagus untuk peluang kami dalam Liga Champions. Saya masih kontrak dengan teman saya disana,” tuntas Andreas Pereira.

Cristiano Ronaldo Akan Absen Tiga Laga

Kartu merah yang diterima oleh pemain top dunia Cristiano Ronaldo pada pertandingan dari klub sepakbola Juventus berhadapan dengan Valencia buat sang kakak, Katie Aveiro, merasa geram. Dirinya mengungkapkan jika terdapat sosok yang ingin hancurkan adiknya tersebut.
Kejadian tersebut juga bermula pada Juventus dengan menjalankan serangan dalam area pertahanan Valencia. Pada sisi tengah, Ronaldo masuk ke dalam kedalam kotak penalti dan memang sempat terjadi persenggolan dengan bek lawan, Jeison Murillo.
Ronaldo memang terlihat sedikit merasa geram dan dirinya memang sempat memegang kepala pemain yang bernama Murillo. Tetapi tak dikira sang wasit memberikan kartu merah setelah mereka melakukan konsultasi kepada hakim garis.
Dirinya memang keluar dari mulut publik setelah melihat kejadian tersebut. Katie Aveiro yang juga merupakan kakak dari Cristiano Ronaldo memberikan komentar keras dan mengungkapkan jika terdapat pihak yang ingin menghancurkan adik kesayanganya.
“hal ini memang sangat memalukan dalam dunia sepakbola. Keadilan memang harus ditegakkan,” papar Katie.
“Mereka ingin hancurkan adik saya, namun Tuhan tak pernah tidur,” Sambungnya.
Katie memang terlihat sangat yakin jika terdapat pihak yang akan hancurkan karier Ronaldo. Namun dirinya juga yakin mereka tak akan pernah sukses menjalankan hal buruk kepada adiknya.
“akan terdapat pembalasan yang mahal untuk tangisan ini,” sambungnya.
“Mereka memang terlihat mempunyai niat untuk jatuhkan anda, namun mereka tak akan memperoleh kesuksesannya,” sambungnya.
Sampai dengan sekarang ini, hukuman larangan turun ke lapangan untuk Cristiano Ronaldo masih belum dikeluarkan. Tetapi terdapat berita yang mengungkapkan jika pemain yang berasal dari Portugal tersebut dapat absen Sampai dengan tiga laga.

Cristiano Ronaldo Tidak Seharusnya Dapat Kertu Merah

Kontroversi sekarang ini terjadi dalam Liga Champions, dimana Cristiano Ronaldo yang mendapatkan kartu merah dalam lapangan. Hal itu juga sukses mendapatkan perhatian public dan reaksi dari gelandang Juventus, Emre Can.
Insiden itu terjadi pada waktu Bianconeri bertandang ke markas Valencia untuk menjalani pertandingan perdana dalam Liga Champions. Sejak menit ke-29, skuad tersebut juga mau tidak mau harus bermain 10 orang.
Cristiano Ronaldo, baru berhasil membobol dua gol dalam laga Serie A, dan mengejutkannya dirinya menerima kartu merah. Dirinya yang hanya sedikit menarik rambut bek Valencia, Jeison Murillo setelah bersenggolan.
Sesudah laga tersebut selesai, Emre Can melihat cuplikan insiden kartu merah yang diterima oleh rekan satu timnya itu. Sontak membuat mantan penggawa Liverpool itu memperlihatkan reaksi keras. “Apakah hal tersebut harus mendapatkan kartu merah?” papar Emre Can.
“Saya baru mengetahui hal tersebut lantaran dirinya yang hanya menarik rambut Murillo. Kami bukanlah seorang perempuan, mari bermain sepakbola,” sambungnya.
Kecaman dari Emre Can memang cukup jelas, Ronaldo memang tak berhak mendapatkan kartu merah. Bila iya, pria yang berasal dari Jerman itu sangat yakin jika semua pelanggaran harus mendapatkan hukuman yang sama.
“Jika anda Tarik keluar kartu merah hanya karena hal tersebut, maka anda akan melakukan pada semua pelanggaran yang dilakukan,” sambungnya.
“100 persen memang tidak harus dikartu merahkan!” tuntasnya. Sampai dengan sekarang ini, hukuman larangan untuk Cristiano Ronaldo masih belum mendapatkan keputusan. Tetapi sesuai dengan isu pemain yang berasal dari Portugal tersebut dapat absen sampai dengan tiga laga.

Massimiliano Allegri: Joao Cancelo Akan Jadi Bek Terbaik

Klub sepakbola Juventus harus bersyukur lantaran dirinya dapat memperoleh pemain Joao Cancelo dimusim ini. Sang pelatih mereka Massimiliano Allegri yakin jika sang bek sekarang ini memang mempunyai potensi untuk pemain jadi yang terbaik di dunia.

Cancelo sekarang ini sudah memperlihatkan kualitasnya pada tiap laga dengan Juventus. Meskipun tak berhasil membobol gol, tetapi dirinya jadi pusat perhatian pada saat Bianconeri berhasil mendapatkan kemenangan atas Sassuolo.

Konsistensi yang dirinya punya juga teruji dengan performa yang dirinya perlihatkan pada waktu menjalani laga tandang kemarkas Valencia pada pertandingan dalam Liga Champions. Dalam partai itu, Bianconeri berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 2-0.

Allegri memang terlihat tak begitu bahagia dengan performa yang diberikan oleh Cancelo. Dirinya mengira bintang yang berasal Portugal itu masih memiliki sederet ruang untuk selalu berkembang. “Saya tak mengetahui bagaimana dia ditahun yang lalu,” papar Massimiliano Allegri.

“Saya mengetahui jika tahun ini dirinya memang sedikit mengalami perkembangan, namun dirinya harus terus berkembang lantaran memiliki kualitas yang luar biasa,” sambungnya.

Mantan nahkoda AC Milan terlihat cukup percaya jika Cancelo memang dapat jadi salah satu pemain yang hebat pada masa yang akan datang. Bila pria yang berusia 24 tahun itu terus memperbaiki diri.
“Ia memang masih harus berkembang, lantaran memang masih kekurangan hal kecil untuk jadi yang paling baik di dunia,” tuntas Massimiliano Allegri.

Sampai sekarang ini Cancelo sudah berhasil catatkan total empat laga di Serie A ataupun Liga Champions. Dirinya Cuma absen pada waktu Bianconeri berhadapan dengan Parma di Serie A sebelum jeda internasional.

© 2018 Berita Hawaii

Theme by Anders NorénUp ↑